Sharing, Ideas, Friendship & Contribution. ISFiT 2011.

Ini adalah laporan atau cerita singkat yang aku tulis untuk kampus mengenai International Student Festival in Trondheim (ISFiT) 2011 yang aku ikuti bersama empat orang teman lainnya dari ITB, yaitu riri, puti, beki, dan lala 🙂

ISFiT merupakan acara dua tahunan yang diadakan oleh perkumpulan mahasiswa di kota pelajar Trondheim, Norwegia. Acara ini disusun oleh lebih dari 400 orang mahasiswa relawan dengan lama waktu persiapan lebih dari 18 bulan. ISFiT 2011 dengan tema “Global Health” berhasil mengumpulkan 520 orang peserta (terpilih dari 4300 pendaftar) yang berasal kurang lebih dari 114 negara di seluruh dunia. Festival Mahasiswa terbesar di dunia ini memiliki banyak sekali program yang dapat diikuti peserta selama 10 hari.

ISFiT mencoba menyeimbangkan flow acara dengan selalu menyelipkan acara menyenangkan diantara kegiatan-kegiatan serius seperti workshop, dialogue groups, dan plenary session dengan kegiatan menyenangkan seperti games, circus, ski day, dsb. Teknik ini terbukti secara efektif membuat seluruh peserta merasa dimanjakan dan ketagihan untuk mengikuti acara di hari-hari selanjutnya. Delegasi ITB ISFiT 2011 sangat merekomendasikan acara ini bagi seluruh mahasiswa ITB dan Indonesia. ISFiT memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri, membuka pikiran terhadap hal-hal yang terjadi di dunia secara global, menambah pengetahuan yang langsung secara khusus diberikan oleh ahli sari berbagi penjuru dunia, dan menambah jaringan kaum muda internasional.

Gedung ini merupakan gedung pusat perkumpulan mahasiswa di kota Trondheim, sekaligus merupakan tempat pusat acara ISFiT. Gedung ini memiliki banyak sekali ruangan dan terowongan yang digunakan untuk memfasilitasi kegiatan mahasiswa, seperti ISFiT. Gedung ini juga memiliki ground hall besar untuk yang biasa digunakan untuk acara-acara besar dalam ISFiT seperti plenary session oleh pembicara ahli dari seluruh penjuru dunia atau bahkan untuk pertunjukan acara sirkus. Berikut cerita ISFiT dalam gambar :

ISFiT 2011 President,Jørgen Westrum

SUPER-FUN-SKI DAY! 😀

Lala & friends, in their national costum 🙂

Crown Princess of Norway at the HIV-AIDS Plenary Session, lovely and beautiful!

About my Workshop, Women and Children

Selama ISFiT  berlangsung, Workshop 14 dengan tema Women and Children merupakan lahan personal yang menjadi identitas saya selama festival ini berlangsung. Saat berkenalan dengan peserta ISFiT lainnya , workshop ini menjadi identitas lain saya yang pasti ditanyakan selain nama dan asal negara. Selain itu, workshop ini juga merupakan fasilitas dimana setiap anggota workshop berinteraksi, baik sebagai peserta diskusi, maupun sebagai sebuah keluarga.

Pertemuan pertama peserta workshop

Workshop ini diikuti oleh 27 orang peserta yang berasal dari 24 negara di dunia. Sesuai dengan temanya, workshop ini fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan wanita dan anak-anak.  Kami berkumpul setiap harinya dari jam 09.00 sampai dengan jam 16.00 di salah satu ruangan kuliah mahasiswa kedokteran NTNU (Norwegian University of Science and Technology) ,Trondheim.

Empat orang workshop leader kami merupakan mahasiswi kedokteran NTNU tingkat ketiga. Hal yang ingin saya tekankan dalam workshop ini merupakan kehebatan pemimpin workshop dalam mengatur suasana diskusi yang kekeluargaan dan kondusif. Suasana ini mendorong kami, seluruh peserta workshop, menjadi nyaman dalam berbicara dan mengutarakan pendapat, tidak perduli adanya jenjang umur yang ada, kami semua merasa pendapat setiap orang berharga dan harus dihormati. Selain empat pemimpin yang luar biasa, saya juga mengakui bahwa seluruh peserta memiliki pemikiran dan analisis yang komprehensif, mendalam dan mayoritas berasal dari universitas-universitas terbaik bangsanya masing-masing.

Makan siang bersama Laura (France) & Ji Yun (South Korea)

Setiap harinya, kami memiliki tema diskusi yang berbeda, misalnya pada hari pertama kami melakukan diskusi tentang target MDG (Millenium Development Goals) yang berkaitan dengan topik kajian kami, yaitu wanita dan anak-anak. Sebelum diskusi dilakukan, terlebih dahulu panitia menghadirkan pembicara yang sudah lama bergelut di bidang ini untuk mempresentasikan dan memberi gambaran umum tentang MDG, sehingga diskusi yang kami lakukan terarah.

Pada hari selanjutnya, kami kedatangan tamu seorang Dokter dari Bangladesh, yang sudah lama termasuk ke dalam tim yang mengatasi masalah maternal health di dunia, terutama di negara-negara yang memiliki tingkat kematian Ibu tinggi (termasuk Indonesia). Beliau memberikan semacam kuliah umum tentang apa yang terjadi saat ini di berbagai pelosok dunia. Begitu banyak Ibu yang melahirkan dengan tidak senonoh tanpa fasilitas yang memadai, dan seringkali beresiko kematian Ibu, anak, maupun keduanya. Kami juga diberikan gambaran berbagai penyakit yang berkontribusi besar dalam angka kematian Ibu. Topik ini benar-benar membuka pikiran kami mengenai masalah maternal health. Setelah itu kami juga dibagi ke dalam kelompok untuk melakukan diskusi action plan di setiap region dunia. Karena setiap daerah di dunia memiliki masalah tersendiri dan tentunya diperlukan penyelesaian yang khusus.

Pada hari selanjutnya, kami kembali dimanjakan dengan tamu yang special, yaitu bidan yang berasal dari negara Afghanistan. Seperti yang kita semua ketahui, Negara ini memiliki masalah yang cukup kompleks di bidang politik, ekonomi dan sosial. Seringkali Negara ini mengalami peperangan, yang memaksa wanita untuk tetap tinggal di rumah, tidak boleh keluar rumah 1cm-pun tanpa muhrim-nya. Dalam kondisi yang sulit tersebut, kedua tamu kami dari Afghanistan menceritakan situasi nyata yang mereka hadapi. Betapa sulitnya melahirkan dalam kondisi peperangan, selain itu juga kentalnya perbedaan gender yang menyebabkan wanita sangat sulit dan dibeda-bedakan dalam mendapatkan pendidikan. Sebagai peserta, diskusi yang kami lakukan menjadi lebih nyata dan mendalam karena kami memiliki narasumber yang benar-benar merasakan masalah tersebut dalam kehidupannya.

Pembicara hebat lainnya ialah Prof. Kyra Gaunt, seorang akademisi yang berasal dari Brooklyn, Amerika Serikat. Beliau merupakan Professor ter-asik yang pernah saya temui. Beliau berbicara tentang gender dan kesetaraannya. Beliau benar-benar membuat seluruh peserta tertantang nyalinya untuk berbicara dan berdiskusi dalam presentasinya. Banyak sekali hal baru yang saya dapatkan dari pembicara yang hadir dan juga cerita dan pemikiran 26 peserta lainnya yang brillian.

Apa yang didapatkan dari ISFiT?

Keluarga workshop Women & Children

Secara umum, hal utama yang saya dapatkan dari ISFiT ialah network atau jaringan.  Kami sangat akrab dan benar-benar membentuk keluarga antar sesama peserta workshop women and children. Hingga saat ini kami terus berkomunikasi dan mendukung satu sama lain. Hal ini sangat berharga bagi saya untuk pengembangan diri dan pemasukan inspirasi yang memotivasi saya untuk melakukan hal yang lebih baik dan berkontribusi terhadap lingkungan. Selain itu juga saya telah berubah menjadi seseorang yang lebih knowlegeable, open-minded, mandiri, dan ingin berkontribusi positif bagi lingkungan saya sendiri. Dalam setiap kegiatan yang saya kembangkan, saya selalu mendapat masukan yang positif dari diskusi dengan teman-teman ISFiT. Begitu juga dengan mereka yang selalu berbagi tentang kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan di Negara masing- masing. Besar harapan saya, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan baik di Norwegia maupun negara-negara lainnya, agar semakin banyak pemikiran pemuda —sebagai calon pemimpin dunia –yang terbuka dan semakin banyak pula kontribusi nyata yang dapat dilakukan.

J’aime la France

I really curious about europe since I was a child. That’s one of the reason why Me and Riri Puspita Sari (my bestfriend and travel-mate) were applying for ISFiT (International Student Festival in Trondheim), Norway… and finally from more than 4300 applicants, we are accepted as participants. How lucky!

Before the festive, me and Riri were making a brief euro-trip plan. ISFiT has give us a big opportunity to explore europe, not only Norway with the schengen visa from the Norway embassy. We decided to go to Paris (as our first destination), Amsterdam, Berlin, and finally Oslo,Norway.

Paris is listed in my “places-to-see-before-I-die”  list. And finally, on Feb 4 2011, I arrived in Paris, France with Riri. Both of us were really excited for this short euro-trip.

me & Riri

After arrived in Paris, Charles de Gaulle Airport, we start our journey with RER and Metro (both of them are train transportation system in Paris). Our first destination is Kak Dewi’s house. She was our host in Paris. She is sweeeeeeettt, and really kindhearted. She is an indonesian woman, who already married with a great guy from England (if I’m not mistaken :p), and now she stays with her beautiful-cute-adorable daughter, named Chloe, while his husband stays in London doing his job.

Kak dewi and Chloe

We were having a great time in Paris withKak Dewi and Chloe.

small family in Paris ❤

I looove champ elysees. A big-wide road filled with cafes and shopping centers.You’ll find a lot of tourists from all over the world here 🙂

Avenue des Champs-Elysées

Eiffel Tower, the most popular one. For me, it is not that special, but yes, eiffel tower is a very romantic place. You will find lots of couples enjoying their romance here. In front of tower, there is a long park. I love this park more than the tower honestly. hehehehee 😀

Eiffel Tower

I love to annoy the birds wherever I found them ;p

Here it is, the great man with great performance in front of the sacre coeur Church.

It takes quite a looong way to get into the church, since it is located on top of the Montmartre Hill, one of the highest points in Paris. And as the result, you will get a great view of the city from the front of the Church!

This gorgeous white church was build in 1876 and took about 40 years to complete it’s construction. Inside this Romanesque / Byzantine styled church you can find beautiful paintings and sculptures. Also, one of the largest bells in the world is housed in this church.

This is what I love from europe, the old great buildings with perfect sculptures 🙂

Sacre Coeur

The Louvre

If you remembered The Da Vinci Code movie, you must be familiar with this place. The Musée du Louvre contains many of civilization’s greatest artistic triumphs and most important antiquities. “Must-sees” include the Mona Lisa, Venus de Milo and the Winged Victory of Samothrace.

Notre Dame is a cathedral in Paris. Both the exterior and the interior of Notre Dame are endowed with numerous spectacular features!

Notre Dame

The only french word that i always remember is only this one -______-”

sortie = exit

Well, overall from Paris, I love this city… but I think I love Germany and Norway more. Paris quite great as a fashion and romantic city, but I still find the dirty and stinky part in city corners. Paris also has lots of refugee coming from other country. They ask for money everywhere, especially at the tourist-place that sometimes makes you feel insecure. But it is good to know that Paris police oftenly doing the inspection to make sure that everything is ok around the city 🙂

J’aime la France!