a Generalist

 

 

 

Just met with one of my colleague who comes from the same background, Industrial Engineering. She graduated from different university, different country, different year. But somehow we found the similarities in our way of thinking when we are discussing something. Strange yet funny.

I think we really are a generalist, not a specialist….and we do proud of it 🙂

Terus setelah ketemu dia tiba-tiba kangen TI ITB, MTI ITB, Media ITB, Industrial Tycoon.

Reminiscing the good old bittersweet times. Rindu banget sama satu tim jagoan dan alumni-alumni nya, apalagi setelah baca-baca ulang Industrial Tycoon. 700 copies of super amateur magazine. Tapi setelah dibaca-baca sekarang not bad juga ternyata :p

You can read our old amateur creation related Industrial Engineering here :

http://mti.ti.itb.ac.id/industrial-tycoon.html

aaand here is it, the super fun team 🙂

Image

Advertisements

Bukan sekedar cerdas, tapi juga mulia

Banyak orang yang melakukan hal hebat. Tapi sedikit orang yang benar-benar mulia dengan kehebatannya.

Aku hidup di tengah orang-orang cerdas–bahkan genius– dengan segudang prestasi. Sampe di suatu titik prestasiyang tadinya “wah” mulai menjadi hal yang biasa. Parameter kehebatan orang terus naik seiring perkembangan zaman. Di satu sisi, itu adalah suatu hal yang sangat sangat positif dan patut disyukuri, artinya kita berada di track yang benar untuk jadi manusia yang lebih baik dan baik lagi. Tapi di sisi lain, mungkin ada harga mahal yang harus dibayar, yaitu semakin banyak prestasi, semakin besar tantangan untuk tetap menjadi orang yang mulia dan bersahaja.

Diantara semua orang cerdas di sekelilingku, ada satu kelompok orang cerdas yang amat sangat aku kagumi, yaitu orang cerdas berhati mulia. Serius lho, menurutku ini masih jarang, apalagi di Indonesia. Mulia disini bukan sekedar baik hati, ramah dan tidak sombong. Mulia disini artinya orang-orang yang kecerdasannya benar-benar bermanfaat bagi sekitar, ga egois, ga haus kekuasaan dan ga pernah perhitungan sama setiap amalan yang dia lakukan.

Suasana kompetitif di kampus kadang tanpa sadar udah mendidik diri kita jadi egois dan ga peka sama lingkungan. Gimanapun caranya pagi sampe pagi lagi mati2an ngejar nilai, demi prestasi, gengsi, dan kebanggan pribadi. Padetnya aktifitas akademis membuat kita sulit punya waktu untuk berbagi dan melakukan kegiatan-kegiatan positif selain akademis.

Jadi orang berpendidikan itu emang susah, tapi jadi orang berpendidikan yang punya akhlak mulia dan hati seputih salju itu jauuuuuuuuuuuuh lebih susah. Dan pada akhirnya, orang-orang inilah yang akan benar-benar membuat perubahan 🙂

Sejuta kagum aku sampaikan untuk sosok Anies Baswedan. Bagiku, beliau merupakan figur orang cerdas yang telah berhasil melakukan perubahan besar secara nyata. Dalam waktu singkat, banyak pemuda-pemudi terpanggil hatinya untuk menjadi seorang guru di pelosok negeri dan bergabung di program Indonesia Mengajar yang dipelopori oleh Anies Baswedan. Dalam waktu singkat pula, beliau berhasil mengubah mindset banyak orang dan membuat ‘guru SD’ menjadi pekerjaan yang membanggakan, bukan lagi sepele. Walaupun aku pribadi dan mungkin banyak teman-teman lain yang belum berani berfikir untuk melamar menjadi pengajar muda di Indonesia Mengajar, aku sangat kagum dan terpanggil untuk melakukan sesuatu setelah tau tentang program ini.

Berikut surat yang sangat menggugah dari Anies Baswedan berupa ajakan bergabung ke Indonesia Mengajar untuk pemuda pemudi Indonesia :

Surat untuk Anak-anak Muda Indonesia
Dari    : Anies Baswedan
Hal    : Indonesia Mengajar

Saya menulis khusus pada Anda dengan sebuah keyakinan bahwa kita bersama bisa saling dukung demi kemajuan republik dan bangsa kita. Saya yakin karena sejarah sudah membuktikan bahwa Republik ini berdiri, tumbuh, berkembang dan maju seperti sekarang karena ditopang oleh anak-anak mudayang tecerdaskan, tangguh dan energik seperti Anda.

Hari ini kondisi kita jauh lebih maju daripada saat kita menyatakan merdeka. Saat republik berdiri, angka buta huruf adalah 95%. Saya membayangkan betapa beratnya beban para pemimpin republik muda di waktu itu. Mereka harus menggerakan kemajuan dari nol, dari nol besar. Puluhan juta rakyatnya sanggup berjuang dalam revolusi kemerdekaan, tapi tidak sanggup menuliskan namanya sendiri. Hari ini melalui kerja kolektif seluruh bangsa, kita berhasil memutarbalikan hingga tinggal 8% yang buta huruf. Tidak banyak bangsa besar di dunia yang dalam waktu 60 tahun bisa berubah sedrastis ini.

Itu prestasi kolosal, dan kita boleh bangga. Tapi daftar masalah yang belum terselesaikan masih panjang. Melek huruf adalah langkah awal. Langkah berikutnya adalah akses yang merata, akses untuk setiap anak pada
pendidikan berkualitas. Pendidikan berkualitas adalah kunci mengkonversi dari kemiskinan dan keterbelakangan menjadi kemajuan, menjadi bangsa yang cerdas, adil dan makmur.

Garda terdepan dalam soal pendidikan ini adalah guru. Di balik kompleksitas perdebatan yang rumit dan panjang soal sistem pendidikan, soal kurikulum, soal ujian dan semacamnya, berdiri para guru. Mereka bersahaja, berdiri di depan anak didiknya; mereka mendidik, merangsang dan menginspirasi. Dalam himpitan tekanan ekonomi, mereka hadir di hati anak-anak Indonesia. Hati mereka bergetar setiap melihat anak-anak itu menjadi orang di kemudian hari. Setiap ucapan terima kasih adalah tanda atas pahala guru-guru ini. Mereka adalah profesi terpercaya, pada pundak guru-guru ini kita titipkan persiapan masa depan republik ini.

Hari ini kita berhadapan dengan masalah: variasi kualitas guru dan distribusi guru. Menghadapi masalah ini kita bisa berkeluh kesah, menyalahkan negara dan menuding pemerintah. Atau kita gulungkan lengan
baju dan berbuat sesuatu. Saya mengajak kita semua untuk turun tangan.


Libatkan diri kita untuk mempersiapkan masa depan republik. Untuk kita, untuk masa depan anak-anak kita dan untuk melunasi janji kemerdekaan: mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat ini saya dan banyak kawan seide sedang mengembangkan program Indonesia Mengajar, yaitu sebuah inisiatif dengan misi ganda: pertama, mengisi kekurangan guru berkualitas di Sekolah Dasar, khususnya di daerah terpencil; dan kedua menyiapkan lulusan perguruan tinggi untuk jadi pemimpin masa depan yang memiliki pengetahuan, pengalaman dan kedekatan
dengan rakyat kecil di pelosok negeri.

Kami mengundang putra-putri terbaik republik ini untuk menjadi Pengajar Muda, menjadi guru SD selama 1 tahun. Satu tahun berada di tengah-tengah rakyat di pelosok negeri, di tengah anak-anak bangsa yang kelak akan
meneruskan sejarah republik ini. Satu tahun berada bersama anak-anak di dekat keindahan alam, di pesisir pulau-pulau kecil, di puncak-puncak pegunungan dan di lembah-lembah hijau yang membentang sepanjang
khatulistiwa. Saya yakin pengalaman satu tahun ini akan menjadi bagian dari sejarah hidup yang tidak mungkin bisa Anda lupakan: desa terpencil dan anak-anak didik itu akan selalu menjadi bagian dari diri Anda.

Di desa-desa terpencil itu para Pengajar Muda akan menorehkan jejak, menitipkan pahala; bagi para siswa SD disana, alas kaki bisa jadi tidak ada, baju bisa jadi kumal dan ala kadarnya tapi mata mereka bisa berbinar
karena kehadiran Anda. Anda hadir memberikan harapan. Anda hadir mendekatkan jarak mereka dengan pusat kemajuan. Anda hadir membuat anak-anak SD di pelosok negeri memiliki mimpi. Anda hadir membuat para orang-tua di desa-desa terpencil ingin memiliki anak yang terdidik seperti anda. Ya, ketertinggalan adalah baju mereka sekarang, tapi Anda hadir merangsang mereka untuk punya cita-cita, punya mimpi. Mimpi adalah energi mereka untuk meraih baju baru di masa depan. Kemajuan dan kemandirian adalah baju anak-anak di masa depan. Anda hadir disana, di desa mereka, Anda hadir membukakan pintu menuju masa depan yang jauh lebih baik.

Sebagai Pengajar Muda, Anda adalah role model, Anda menjadi sumber inspirasi. Kita semua yakin, mengajar itu adalah memberi inspirasi. Menggandakan semangat, menyebarkan harapan dan optimisme; hal-hal yang
selama ini terlihat defisit di pelosok negeri ini. Bukan hanya itu, selama 1 tahun para Pengajar Muda ini sebenarnya akan belajar. Pengalaman berada di pelosok Indonesia, tinggal di rumah rakyat kebanyakan, berinteraksi dekat dengan rakyat. Menghadapi tantangan mulai dari sekolah yang minim fasilitas, desa tanpa listrik, masyarakat yang
jauh dari informasi sampai dengan kemiskinan yang merata; itu semua adalah wahana tempaan, itu pengembangan diri yang luar biasa. Anda dibenturkan dengan kenyataan republik ini. Anda ditantang untuk mengeluarkan seluruh
potensi energi Anda untuk mendorong kemajuan. Satu tahun ini menjadi leadership training yang luar biasa. Sukses itu sering bukan karena berhasil meraih sesuatu, tetapi karena Anda berhasil menyelesaikan dan melampaui tantangan dan kesulitan. Setahun Anda berpeluang membekali diri sendiri dengan resep untuk sukses.

Apalagi, kita semua tahu bahwa: You are a leader only if you have follower. Keberhasilan Anda menjadi leader di hadapan anak-anak SD adalah pengalaman leadership yang kongkrit. Biarkan anak-anak itu memiliki Anda,
mencintai Anda, menyerap ilmu Anda, mengambil inspirasi dari Anda. Anda mengajar selama setahun, tapi kehadiran Anda dalam hidup mereka adalah seumur hidup, dampak positifnya seumur hidup.

Sesudah satu tahun menjadi Pengajar Muda, Anda bisa meniti karir di berbagai bidang. Anda memulai karir dengan bobot pengalaman dan nilai kepemimpinan yang luar biasa. Saya sering tekankan: your high GPA will get
you a job interview, but your leadership gets you the bright future. Setahun menjadi Pengajar Muda tidak akan membuat Anda terlambat dibandingkan kawan-kawan yang tidak menjadi Pengajar Muda. Perusahaan-perusaha an, institusi masyarakat dan lembaga pemerintahan semua akan memandang Anda sebagai anak-anak muda yang cerdas, berpengalaman, kreatif, berkepemimpinan kuat, konstruktif dan grounded. Mereka sangat
mencari anak-anak muda seperti itu. Mereka akan membuka lebar pintunya bagi kehadiran Pengajar Muda.

Sejak awal bulan Juni 2010 Gerakan Indonesia Mengajar membuka peluang bagi bakat-bakat muda terbaik bangsa seperti Anda, dari berbagai disiplin ilmu dan dari dalam negeri maupun dari luar negeri, untuk menjadi Pengajar
Muda. Sarjana yang direkrut oleh Gerakan Indonesia Mengajar hanyalah best graduate, sarjana-sarjana terbaik: berprestasi akademik, berjiwa kepemimpinan, aktif bermasyarakat, kemampuan yang komunikasi baik.

Sebelum berangkat, Anda akan dibekali dengan pelatihan yang komplit sebagai bekal untuk mengajar, untuk hidup dan untuk berperan di pelosok negeri. Selama menjadi Pengajar Muda, Anda akan mendapatkan gaji yang
memadai dan kompetitif dibandingkan kawan Anda yang bekerja di sektor swasta. Anda akan dibekali dengan teknologi penunjang selama program dan jaringan yang luas untuk memilih karier sesudah selesai mengabdi sebagai
Pengajar Muda. Selama menjadi Pengajar Muda, Anda tidak akan dibiarkan sendirian. Kami akan hadir dekat dengan Anda.

Seselesainya program ini, Anda meniti karier sebagai anak-anak terbaik bangsa. Dalam beberapa tahun kedepan, Anda menjadi garda terdepan Indonesia di era globalisasi baik di sektor swasta maupun publik. Kelak
Anda menjadi pemimpin di bidang masing-masing dengan kompetensi kelas dunia dan ditopang pemahaman mendalam tentang bangsa sendiri. One day you become world class leader, but grounded and strong roots in the heart of the nation. Suatu saat mungkin Anda menjadi CEO, menjadi guru besar, menjadi pejabat tinggi atau yang lainnya, saat itu di posisi apapun, Anda selalu bisa mengatakan bahwa “Saya pernah hidup di desa terpencil dan
mengabdi untuk bangsa ini”; hari ini kita bisa dengan mudah menghitung berapa banyak kalangan sipil yang sanggup mengatakan kalimat itu.

Di atas segalanya, program ini menawarkan kesempatan untuk setahun mengajar, seumur hidup menginspirasi anak bangsa. Setahun menempa diri, seumur hidup memancarkan gelora kepemimpinan.

Saya menggugah, sekaligus menantang Anda. Saya mengajak Anda untuk bergabung bersama Indonesia Mengajar. Menjadi bagian dari ikatan untuk membangun Indonesia kita.

Salam hangat,
Anies Baswedan
anies.baswedan@ indonesiamengajar.org


Sejuta kagum juga aku sampaikan untuk pengajar muda mulia yang telah berangkat dan saat ini tengah mengemban amanah selama satu tahun mengabdikan dirinya untuk Indonesia di pelosok negeri 🙂 Luarrrr biasaaaa!!