a Generalist

 

 

 

Just met with one of my colleague who comes from the same background, Industrial Engineering. She graduated from different university, different country, different year. But somehow we found the similarities in our way of thinking when we are discussing something. Strange yet funny.

I think we really are a generalist, not a specialist….and we do proud of it 🙂

Terus setelah ketemu dia tiba-tiba kangen TI ITB, MTI ITB, Media ITB, Industrial Tycoon.

Reminiscing the good old bittersweet times. Rindu banget sama satu tim jagoan dan alumni-alumni nya, apalagi setelah baca-baca ulang Industrial Tycoon. 700 copies of super amateur magazine. Tapi setelah dibaca-baca sekarang not bad juga ternyata :p

You can read our old amateur creation related Industrial Engineering here :

http://mti.ti.itb.ac.id/industrial-tycoon.html

aaand here is it, the super fun team 🙂

Image

Sharing, Ideas, Friendship & Contribution. ISFiT 2011.

Ini adalah laporan atau cerita singkat yang aku tulis untuk kampus mengenai International Student Festival in Trondheim (ISFiT) 2011 yang aku ikuti bersama empat orang teman lainnya dari ITB, yaitu riri, puti, beki, dan lala 🙂

ISFiT merupakan acara dua tahunan yang diadakan oleh perkumpulan mahasiswa di kota pelajar Trondheim, Norwegia. Acara ini disusun oleh lebih dari 400 orang mahasiswa relawan dengan lama waktu persiapan lebih dari 18 bulan. ISFiT 2011 dengan tema “Global Health” berhasil mengumpulkan 520 orang peserta (terpilih dari 4300 pendaftar) yang berasal kurang lebih dari 114 negara di seluruh dunia. Festival Mahasiswa terbesar di dunia ini memiliki banyak sekali program yang dapat diikuti peserta selama 10 hari.

ISFiT mencoba menyeimbangkan flow acara dengan selalu menyelipkan acara menyenangkan diantara kegiatan-kegiatan serius seperti workshop, dialogue groups, dan plenary session dengan kegiatan menyenangkan seperti games, circus, ski day, dsb. Teknik ini terbukti secara efektif membuat seluruh peserta merasa dimanjakan dan ketagihan untuk mengikuti acara di hari-hari selanjutnya. Delegasi ITB ISFiT 2011 sangat merekomendasikan acara ini bagi seluruh mahasiswa ITB dan Indonesia. ISFiT memberikan kesempatan untuk mengembangkan diri, membuka pikiran terhadap hal-hal yang terjadi di dunia secara global, menambah pengetahuan yang langsung secara khusus diberikan oleh ahli sari berbagi penjuru dunia, dan menambah jaringan kaum muda internasional.

Gedung ini merupakan gedung pusat perkumpulan mahasiswa di kota Trondheim, sekaligus merupakan tempat pusat acara ISFiT. Gedung ini memiliki banyak sekali ruangan dan terowongan yang digunakan untuk memfasilitasi kegiatan mahasiswa, seperti ISFiT. Gedung ini juga memiliki ground hall besar untuk yang biasa digunakan untuk acara-acara besar dalam ISFiT seperti plenary session oleh pembicara ahli dari seluruh penjuru dunia atau bahkan untuk pertunjukan acara sirkus. Berikut cerita ISFiT dalam gambar :

ISFiT 2011 President,Jørgen Westrum

SUPER-FUN-SKI DAY! 😀

Lala & friends, in their national costum 🙂

Crown Princess of Norway at the HIV-AIDS Plenary Session, lovely and beautiful!

About my Workshop, Women and Children

Selama ISFiT  berlangsung, Workshop 14 dengan tema Women and Children merupakan lahan personal yang menjadi identitas saya selama festival ini berlangsung. Saat berkenalan dengan peserta ISFiT lainnya , workshop ini menjadi identitas lain saya yang pasti ditanyakan selain nama dan asal negara. Selain itu, workshop ini juga merupakan fasilitas dimana setiap anggota workshop berinteraksi, baik sebagai peserta diskusi, maupun sebagai sebuah keluarga.

Pertemuan pertama peserta workshop

Workshop ini diikuti oleh 27 orang peserta yang berasal dari 24 negara di dunia. Sesuai dengan temanya, workshop ini fokus pada hal-hal yang berkaitan dengan wanita dan anak-anak.  Kami berkumpul setiap harinya dari jam 09.00 sampai dengan jam 16.00 di salah satu ruangan kuliah mahasiswa kedokteran NTNU (Norwegian University of Science and Technology) ,Trondheim.

Empat orang workshop leader kami merupakan mahasiswi kedokteran NTNU tingkat ketiga. Hal yang ingin saya tekankan dalam workshop ini merupakan kehebatan pemimpin workshop dalam mengatur suasana diskusi yang kekeluargaan dan kondusif. Suasana ini mendorong kami, seluruh peserta workshop, menjadi nyaman dalam berbicara dan mengutarakan pendapat, tidak perduli adanya jenjang umur yang ada, kami semua merasa pendapat setiap orang berharga dan harus dihormati. Selain empat pemimpin yang luar biasa, saya juga mengakui bahwa seluruh peserta memiliki pemikiran dan analisis yang komprehensif, mendalam dan mayoritas berasal dari universitas-universitas terbaik bangsanya masing-masing.

Makan siang bersama Laura (France) & Ji Yun (South Korea)

Setiap harinya, kami memiliki tema diskusi yang berbeda, misalnya pada hari pertama kami melakukan diskusi tentang target MDG (Millenium Development Goals) yang berkaitan dengan topik kajian kami, yaitu wanita dan anak-anak. Sebelum diskusi dilakukan, terlebih dahulu panitia menghadirkan pembicara yang sudah lama bergelut di bidang ini untuk mempresentasikan dan memberi gambaran umum tentang MDG, sehingga diskusi yang kami lakukan terarah.

Pada hari selanjutnya, kami kedatangan tamu seorang Dokter dari Bangladesh, yang sudah lama termasuk ke dalam tim yang mengatasi masalah maternal health di dunia, terutama di negara-negara yang memiliki tingkat kematian Ibu tinggi (termasuk Indonesia). Beliau memberikan semacam kuliah umum tentang apa yang terjadi saat ini di berbagai pelosok dunia. Begitu banyak Ibu yang melahirkan dengan tidak senonoh tanpa fasilitas yang memadai, dan seringkali beresiko kematian Ibu, anak, maupun keduanya. Kami juga diberikan gambaran berbagai penyakit yang berkontribusi besar dalam angka kematian Ibu. Topik ini benar-benar membuka pikiran kami mengenai masalah maternal health. Setelah itu kami juga dibagi ke dalam kelompok untuk melakukan diskusi action plan di setiap region dunia. Karena setiap daerah di dunia memiliki masalah tersendiri dan tentunya diperlukan penyelesaian yang khusus.

Pada hari selanjutnya, kami kembali dimanjakan dengan tamu yang special, yaitu bidan yang berasal dari negara Afghanistan. Seperti yang kita semua ketahui, Negara ini memiliki masalah yang cukup kompleks di bidang politik, ekonomi dan sosial. Seringkali Negara ini mengalami peperangan, yang memaksa wanita untuk tetap tinggal di rumah, tidak boleh keluar rumah 1cm-pun tanpa muhrim-nya. Dalam kondisi yang sulit tersebut, kedua tamu kami dari Afghanistan menceritakan situasi nyata yang mereka hadapi. Betapa sulitnya melahirkan dalam kondisi peperangan, selain itu juga kentalnya perbedaan gender yang menyebabkan wanita sangat sulit dan dibeda-bedakan dalam mendapatkan pendidikan. Sebagai peserta, diskusi yang kami lakukan menjadi lebih nyata dan mendalam karena kami memiliki narasumber yang benar-benar merasakan masalah tersebut dalam kehidupannya.

Pembicara hebat lainnya ialah Prof. Kyra Gaunt, seorang akademisi yang berasal dari Brooklyn, Amerika Serikat. Beliau merupakan Professor ter-asik yang pernah saya temui. Beliau berbicara tentang gender dan kesetaraannya. Beliau benar-benar membuat seluruh peserta tertantang nyalinya untuk berbicara dan berdiskusi dalam presentasinya. Banyak sekali hal baru yang saya dapatkan dari pembicara yang hadir dan juga cerita dan pemikiran 26 peserta lainnya yang brillian.

Apa yang didapatkan dari ISFiT?

Keluarga workshop Women & Children

Secara umum, hal utama yang saya dapatkan dari ISFiT ialah network atau jaringan.  Kami sangat akrab dan benar-benar membentuk keluarga antar sesama peserta workshop women and children. Hingga saat ini kami terus berkomunikasi dan mendukung satu sama lain. Hal ini sangat berharga bagi saya untuk pengembangan diri dan pemasukan inspirasi yang memotivasi saya untuk melakukan hal yang lebih baik dan berkontribusi terhadap lingkungan. Selain itu juga saya telah berubah menjadi seseorang yang lebih knowlegeable, open-minded, mandiri, dan ingin berkontribusi positif bagi lingkungan saya sendiri. Dalam setiap kegiatan yang saya kembangkan, saya selalu mendapat masukan yang positif dari diskusi dengan teman-teman ISFiT. Begitu juga dengan mereka yang selalu berbagi tentang kegiatan-kegiatan positif yang dilakukan di Negara masing- masing. Besar harapan saya, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan baik di Norwegia maupun negara-negara lainnya, agar semakin banyak pemikiran pemuda —sebagai calon pemimpin dunia –yang terbuka dan semakin banyak pula kontribusi nyata yang dapat dilakukan.

Today, I’m sad.

Bad things do happen; how I respond to them defines my character and the quality of my life. I can choose to sit in perpetual sadness, immobilized by the gravity of my loss, or I can choose to rise from the pain and treasure the most precious gift I have – life itself. (Walter Anderson)

Bukan sekedar cerdas, tapi juga mulia

Banyak orang yang melakukan hal hebat. Tapi sedikit orang yang benar-benar mulia dengan kehebatannya.

Aku hidup di tengah orang-orang cerdas–bahkan genius– dengan segudang prestasi. Sampe di suatu titik prestasiyang tadinya “wah” mulai menjadi hal yang biasa. Parameter kehebatan orang terus naik seiring perkembangan zaman. Di satu sisi, itu adalah suatu hal yang sangat sangat positif dan patut disyukuri, artinya kita berada di track yang benar untuk jadi manusia yang lebih baik dan baik lagi. Tapi di sisi lain, mungkin ada harga mahal yang harus dibayar, yaitu semakin banyak prestasi, semakin besar tantangan untuk tetap menjadi orang yang mulia dan bersahaja.

Diantara semua orang cerdas di sekelilingku, ada satu kelompok orang cerdas yang amat sangat aku kagumi, yaitu orang cerdas berhati mulia. Serius lho, menurutku ini masih jarang, apalagi di Indonesia. Mulia disini bukan sekedar baik hati, ramah dan tidak sombong. Mulia disini artinya orang-orang yang kecerdasannya benar-benar bermanfaat bagi sekitar, ga egois, ga haus kekuasaan dan ga pernah perhitungan sama setiap amalan yang dia lakukan.

Suasana kompetitif di kampus kadang tanpa sadar udah mendidik diri kita jadi egois dan ga peka sama lingkungan. Gimanapun caranya pagi sampe pagi lagi mati2an ngejar nilai, demi prestasi, gengsi, dan kebanggan pribadi. Padetnya aktifitas akademis membuat kita sulit punya waktu untuk berbagi dan melakukan kegiatan-kegiatan positif selain akademis.

Jadi orang berpendidikan itu emang susah, tapi jadi orang berpendidikan yang punya akhlak mulia dan hati seputih salju itu jauuuuuuuuuuuuh lebih susah. Dan pada akhirnya, orang-orang inilah yang akan benar-benar membuat perubahan 🙂

Sejuta kagum aku sampaikan untuk sosok Anies Baswedan. Bagiku, beliau merupakan figur orang cerdas yang telah berhasil melakukan perubahan besar secara nyata. Dalam waktu singkat, banyak pemuda-pemudi terpanggil hatinya untuk menjadi seorang guru di pelosok negeri dan bergabung di program Indonesia Mengajar yang dipelopori oleh Anies Baswedan. Dalam waktu singkat pula, beliau berhasil mengubah mindset banyak orang dan membuat ‘guru SD’ menjadi pekerjaan yang membanggakan, bukan lagi sepele. Walaupun aku pribadi dan mungkin banyak teman-teman lain yang belum berani berfikir untuk melamar menjadi pengajar muda di Indonesia Mengajar, aku sangat kagum dan terpanggil untuk melakukan sesuatu setelah tau tentang program ini.

Berikut surat yang sangat menggugah dari Anies Baswedan berupa ajakan bergabung ke Indonesia Mengajar untuk pemuda pemudi Indonesia :

Surat untuk Anak-anak Muda Indonesia
Dari    : Anies Baswedan
Hal    : Indonesia Mengajar

Saya menulis khusus pada Anda dengan sebuah keyakinan bahwa kita bersama bisa saling dukung demi kemajuan republik dan bangsa kita. Saya yakin karena sejarah sudah membuktikan bahwa Republik ini berdiri, tumbuh, berkembang dan maju seperti sekarang karena ditopang oleh anak-anak mudayang tecerdaskan, tangguh dan energik seperti Anda.

Hari ini kondisi kita jauh lebih maju daripada saat kita menyatakan merdeka. Saat republik berdiri, angka buta huruf adalah 95%. Saya membayangkan betapa beratnya beban para pemimpin republik muda di waktu itu. Mereka harus menggerakan kemajuan dari nol, dari nol besar. Puluhan juta rakyatnya sanggup berjuang dalam revolusi kemerdekaan, tapi tidak sanggup menuliskan namanya sendiri. Hari ini melalui kerja kolektif seluruh bangsa, kita berhasil memutarbalikan hingga tinggal 8% yang buta huruf. Tidak banyak bangsa besar di dunia yang dalam waktu 60 tahun bisa berubah sedrastis ini.

Itu prestasi kolosal, dan kita boleh bangga. Tapi daftar masalah yang belum terselesaikan masih panjang. Melek huruf adalah langkah awal. Langkah berikutnya adalah akses yang merata, akses untuk setiap anak pada
pendidikan berkualitas. Pendidikan berkualitas adalah kunci mengkonversi dari kemiskinan dan keterbelakangan menjadi kemajuan, menjadi bangsa yang cerdas, adil dan makmur.

Garda terdepan dalam soal pendidikan ini adalah guru. Di balik kompleksitas perdebatan yang rumit dan panjang soal sistem pendidikan, soal kurikulum, soal ujian dan semacamnya, berdiri para guru. Mereka bersahaja, berdiri di depan anak didiknya; mereka mendidik, merangsang dan menginspirasi. Dalam himpitan tekanan ekonomi, mereka hadir di hati anak-anak Indonesia. Hati mereka bergetar setiap melihat anak-anak itu menjadi orang di kemudian hari. Setiap ucapan terima kasih adalah tanda atas pahala guru-guru ini. Mereka adalah profesi terpercaya, pada pundak guru-guru ini kita titipkan persiapan masa depan republik ini.

Hari ini kita berhadapan dengan masalah: variasi kualitas guru dan distribusi guru. Menghadapi masalah ini kita bisa berkeluh kesah, menyalahkan negara dan menuding pemerintah. Atau kita gulungkan lengan
baju dan berbuat sesuatu. Saya mengajak kita semua untuk turun tangan.


Libatkan diri kita untuk mempersiapkan masa depan republik. Untuk kita, untuk masa depan anak-anak kita dan untuk melunasi janji kemerdekaan: mencerdaskan kehidupan bangsa. Saat ini saya dan banyak kawan seide sedang mengembangkan program Indonesia Mengajar, yaitu sebuah inisiatif dengan misi ganda: pertama, mengisi kekurangan guru berkualitas di Sekolah Dasar, khususnya di daerah terpencil; dan kedua menyiapkan lulusan perguruan tinggi untuk jadi pemimpin masa depan yang memiliki pengetahuan, pengalaman dan kedekatan
dengan rakyat kecil di pelosok negeri.

Kami mengundang putra-putri terbaik republik ini untuk menjadi Pengajar Muda, menjadi guru SD selama 1 tahun. Satu tahun berada di tengah-tengah rakyat di pelosok negeri, di tengah anak-anak bangsa yang kelak akan
meneruskan sejarah republik ini. Satu tahun berada bersama anak-anak di dekat keindahan alam, di pesisir pulau-pulau kecil, di puncak-puncak pegunungan dan di lembah-lembah hijau yang membentang sepanjang
khatulistiwa. Saya yakin pengalaman satu tahun ini akan menjadi bagian dari sejarah hidup yang tidak mungkin bisa Anda lupakan: desa terpencil dan anak-anak didik itu akan selalu menjadi bagian dari diri Anda.

Di desa-desa terpencil itu para Pengajar Muda akan menorehkan jejak, menitipkan pahala; bagi para siswa SD disana, alas kaki bisa jadi tidak ada, baju bisa jadi kumal dan ala kadarnya tapi mata mereka bisa berbinar
karena kehadiran Anda. Anda hadir memberikan harapan. Anda hadir mendekatkan jarak mereka dengan pusat kemajuan. Anda hadir membuat anak-anak SD di pelosok negeri memiliki mimpi. Anda hadir membuat para orang-tua di desa-desa terpencil ingin memiliki anak yang terdidik seperti anda. Ya, ketertinggalan adalah baju mereka sekarang, tapi Anda hadir merangsang mereka untuk punya cita-cita, punya mimpi. Mimpi adalah energi mereka untuk meraih baju baru di masa depan. Kemajuan dan kemandirian adalah baju anak-anak di masa depan. Anda hadir disana, di desa mereka, Anda hadir membukakan pintu menuju masa depan yang jauh lebih baik.

Sebagai Pengajar Muda, Anda adalah role model, Anda menjadi sumber inspirasi. Kita semua yakin, mengajar itu adalah memberi inspirasi. Menggandakan semangat, menyebarkan harapan dan optimisme; hal-hal yang
selama ini terlihat defisit di pelosok negeri ini. Bukan hanya itu, selama 1 tahun para Pengajar Muda ini sebenarnya akan belajar. Pengalaman berada di pelosok Indonesia, tinggal di rumah rakyat kebanyakan, berinteraksi dekat dengan rakyat. Menghadapi tantangan mulai dari sekolah yang minim fasilitas, desa tanpa listrik, masyarakat yang
jauh dari informasi sampai dengan kemiskinan yang merata; itu semua adalah wahana tempaan, itu pengembangan diri yang luar biasa. Anda dibenturkan dengan kenyataan republik ini. Anda ditantang untuk mengeluarkan seluruh
potensi energi Anda untuk mendorong kemajuan. Satu tahun ini menjadi leadership training yang luar biasa. Sukses itu sering bukan karena berhasil meraih sesuatu, tetapi karena Anda berhasil menyelesaikan dan melampaui tantangan dan kesulitan. Setahun Anda berpeluang membekali diri sendiri dengan resep untuk sukses.

Apalagi, kita semua tahu bahwa: You are a leader only if you have follower. Keberhasilan Anda menjadi leader di hadapan anak-anak SD adalah pengalaman leadership yang kongkrit. Biarkan anak-anak itu memiliki Anda,
mencintai Anda, menyerap ilmu Anda, mengambil inspirasi dari Anda. Anda mengajar selama setahun, tapi kehadiran Anda dalam hidup mereka adalah seumur hidup, dampak positifnya seumur hidup.

Sesudah satu tahun menjadi Pengajar Muda, Anda bisa meniti karir di berbagai bidang. Anda memulai karir dengan bobot pengalaman dan nilai kepemimpinan yang luar biasa. Saya sering tekankan: your high GPA will get
you a job interview, but your leadership gets you the bright future. Setahun menjadi Pengajar Muda tidak akan membuat Anda terlambat dibandingkan kawan-kawan yang tidak menjadi Pengajar Muda. Perusahaan-perusaha an, institusi masyarakat dan lembaga pemerintahan semua akan memandang Anda sebagai anak-anak muda yang cerdas, berpengalaman, kreatif, berkepemimpinan kuat, konstruktif dan grounded. Mereka sangat
mencari anak-anak muda seperti itu. Mereka akan membuka lebar pintunya bagi kehadiran Pengajar Muda.

Sejak awal bulan Juni 2010 Gerakan Indonesia Mengajar membuka peluang bagi bakat-bakat muda terbaik bangsa seperti Anda, dari berbagai disiplin ilmu dan dari dalam negeri maupun dari luar negeri, untuk menjadi Pengajar
Muda. Sarjana yang direkrut oleh Gerakan Indonesia Mengajar hanyalah best graduate, sarjana-sarjana terbaik: berprestasi akademik, berjiwa kepemimpinan, aktif bermasyarakat, kemampuan yang komunikasi baik.

Sebelum berangkat, Anda akan dibekali dengan pelatihan yang komplit sebagai bekal untuk mengajar, untuk hidup dan untuk berperan di pelosok negeri. Selama menjadi Pengajar Muda, Anda akan mendapatkan gaji yang
memadai dan kompetitif dibandingkan kawan Anda yang bekerja di sektor swasta. Anda akan dibekali dengan teknologi penunjang selama program dan jaringan yang luas untuk memilih karier sesudah selesai mengabdi sebagai
Pengajar Muda. Selama menjadi Pengajar Muda, Anda tidak akan dibiarkan sendirian. Kami akan hadir dekat dengan Anda.

Seselesainya program ini, Anda meniti karier sebagai anak-anak terbaik bangsa. Dalam beberapa tahun kedepan, Anda menjadi garda terdepan Indonesia di era globalisasi baik di sektor swasta maupun publik. Kelak
Anda menjadi pemimpin di bidang masing-masing dengan kompetensi kelas dunia dan ditopang pemahaman mendalam tentang bangsa sendiri. One day you become world class leader, but grounded and strong roots in the heart of the nation. Suatu saat mungkin Anda menjadi CEO, menjadi guru besar, menjadi pejabat tinggi atau yang lainnya, saat itu di posisi apapun, Anda selalu bisa mengatakan bahwa “Saya pernah hidup di desa terpencil dan
mengabdi untuk bangsa ini”; hari ini kita bisa dengan mudah menghitung berapa banyak kalangan sipil yang sanggup mengatakan kalimat itu.

Di atas segalanya, program ini menawarkan kesempatan untuk setahun mengajar, seumur hidup menginspirasi anak bangsa. Setahun menempa diri, seumur hidup memancarkan gelora kepemimpinan.

Saya menggugah, sekaligus menantang Anda. Saya mengajak Anda untuk bergabung bersama Indonesia Mengajar. Menjadi bagian dari ikatan untuk membangun Indonesia kita.

Salam hangat,
Anies Baswedan
anies.baswedan@ indonesiamengajar.org


Sejuta kagum juga aku sampaikan untuk pengajar muda mulia yang telah berangkat dan saat ini tengah mengemban amanah selama satu tahun mengabdikan dirinya untuk Indonesia di pelosok negeri 🙂 Luarrrr biasaaaa!!

IYF 2008

Sunana Amel, Kaifa?”
Sunana Solomon, Keifa?” etc~

itu sebagian bahasa Nigeria yang diajarin Solomon waktu International Youth Forum (IYF) 2008 kemaren..

artinya,

“nama saya amel, kamu?”

“nama saya solomon”

Solomon ngenalin dirinya sambil nabrakin kedua tangannya yg dikepal. katanya sih itu salaman ala nigeria (^^)

Solomon itu 1 dari 110 orang peserta IYF 2008. pastinya Solomon itu aktivis di negaranya, karna hampir semua yang ikutan IYF adalah aktivis2 muda di negaranya. Umur Solomon 28 taun (waktu amel bilang umur amel 18, dia shock, “You are a child, how can you be here, little girl?” hahaha, amel kan udah mahasiswi,sir).

Kulitnya hitam,kayak orang Nigeria (yaiyalaaahhh, hehe) trus rambutnya botak.. lucu, supel, cerewet, antusias.. pkonya menyenangkan..Amel sempet ngobrol banyak ama Solomon ini, sekitar 1stgh jam waktu lagi free time IYF yang kebetulan hari itu diadain depan ITB, taman ganesha..Dia ngajarin banyak hal, dari mulai bahasa Nigeria, Tarian Nigeria yang kocak,dan lain lainn.. Balesannya Solomon juga belajar bahasa sunda, dia paling kesulitan nyebutin kata “GEULEUH” , Solomon bilang “Guluh (geuleuh dgn pengucapan yg salah) is the hardest word that i ever learned”.. hehehehe x)

dia juga cerita tentang agamanya, Rasta. Amel baru tw ternyata rasta itu sebuah kepercayaan, agama.. bukan sekedar model rambut yang dikepang kecil2 gituu, yang suka ada di pantai Bali.. Solomon nunjukin identitas rastanya lewat jenggotnya yang dirasta,kalo rambut ga bisa soalnya botak x)
Solomon cerita banyak tentang agamanya, dia nekenin banget Rasta itu bukan pengikut Bob Marley dan rasta itu cinta kedamaian…

Karena amel dan sebagian temen2 berjilbab,Solomon tw kalo kita muslim.. Ternyata Solomon tw banyak tentang Islam, dia crita ttg ke’bete’an dia ama org2 yg ngadu domba agama lain, terutama islam yang sering jd korban…

Selama ngobrol, solomon fasih banget inggrisnya, jadi obrolan lancaarr teruss.. yang ada kadang2 amel yang bingung ‘aduh bhs inggrisnya apa y?’ hehe..
ato kadang2 amel cuma bilang ya…, yes.., wow.., really….? pdhl amel ga begitu ngerti kalimatnya krna vocab’nya udah tingkat dewa,hohoho x) sesekali amel nyuruh dia ngulang omongannya kalo udah penasaran bgt apa yg lg dia ceritain dengan mimik muka yg sgt ekspresif.

di tangah obrolan kita, ternyata eh ternyata diketahui solomon itu dokter.. dia br lulus.. penampilan dia awalnya ga nunjukin sama sekali ke’dokter’annya.. Solomon lebih cocok jd MC acara2 hiburan yang heboh, atau jadi pemain film komedi.. hehehe.. (^^) tp secara keseluruhan dia adalah orang yang sangat amat menarik, amel ngehormatin dia banget, Solomon sempet nasehatin amel ttg pentingnya kesriusan kuliah, dan yang lebih penting lg kontribusi sebesar2nya untuk lingkungan kita… trus solomon juga cerita knp dia belum nikah.. Solomon bilang setelah lulus jadi dokter seorang laki2 ingin menikmati kebebasannya..pengen serius mengembangkan organisasi sosial di negaranya, tanpa ada gangguan manapun termasuk makhluk yang namanya wanita.. hehe, kalo buat yang ini amel ga setuju… tapi bukan waktunya buat debatin itu.. 😀

Lain Solomon lain juga Barbara.. Barbara asalnya dari Australia, amel kenalan di ruangan workshop, kebetulan kita ambil tema workshop yang sama, Peace Generation. Barbara umurnya sekitar 48/49. Lebih tua dari mama amel, ga bisa dibilang “youth” sihh.. cuma spiritnya beneer2 muda.. ternyata yang ikut event ini bukan anak2 muda aja… tapi smwa org yang spiritnya muda.. (^^) walaupun yang “ga muda” kaya barbara bs diitung jari..

Barbara jauuh lebih kalem dari Solomon. Beliau keibuan banget.. Jadi ngobrol ama beliau kayak lg ngomong ama guru sendiriii, harus jaga manner 🙂 Barbara ternyataa aktivis dunia, beliau punya LSM besar di Australia, beliau juga aktivis di PBB.. kemaren itu ketiga kalinya beliau ke Indonesia, ketiga2nya buat ikut workshop/seminar serupa..Barbara ngasih banyak wawasan ke amel, beliau cerita tentang fakta-fakta perang dunia, Millenium development Goals’nya PBB, dll..

sama kayak Solomon, Barbara juga belum nikah.. hmm.. menurut Barbara, dia pengen kontribusinya total untuk sosial masyarakat di seluruh dunia.. “Marriage is not really important for me, the most important thing now is what I can do for this big world.” ..

hmmmmffff..

tujuannya emang mulia, tapi amel ga setuju.. pernikahan itu seharusnya bukan alasan untuk tidak berkontribusi.. kebayang aja kalo smw cewe pikirannya sama kaya gitu.. lha, yg mw ngelahirin siapa? hehehe

workshop amel yang kedua tentang Gender Equation. Tema ini menarik banget, kita harus meramalkan apa yang terjadi tahun 2015. menurut Millenium Development Goals PBB, tahun 2015 ditargetkan kesetaraan gender sudah tercapaii. Diliat dari setaranya jumlah wanita dan pria yang duduk di bangku pemerintahan, trus juga jumlah wanita yang kerja kantoran ato wiraswasta. Akhirnya kita per kelompok coba nganalisis disesuaiin ama keadaan masing2 negara yang sekarang. Banyak banget pendapat bermuculan, sebagian setuju, karena sekarang wanita udah jauh beda dari jaman duluu, sebagian ngga setuju dengan alasan agama. Islam terutama. Islam dianggap mengekang wanita untuk aktif dan memimpin. Di ruangan itu ada Ka Rihan, senior amel dari SMA yang skrg kul di elektro. Beliau sangat ngga setuju kalo islam dianggap sebagai penghalang, Ka rihan langsung ngebeberin ttg Khadijah, istri Rasul yang sukses berbisnis..dan ayat2 yang sangat menghormati wanita, kalopun ada batasan2, tujuannnya bukan mengekang, dsb… standing applause bwt ka rihan.. hehe (^^) akhirnya solusi dari itu, kita semua optimis akan terciptanya kesetaraan gender tanpa menghiraukan batasan2 tertentu, misalnya hanya wanita yang bisa hamil dan melahirkan.. 😉

overall, hari itu kita blajar banyak, belajar tentang indahnya perbedaan dan bagaimana kita menghargainya (cieee..hehe x) alhamdulillahh, walopun harus bolos PPAB, kebayar sama senengnya ktemu Solomon, Barbara, Elsa, Rijoy, mr.Rajes,ka huda,jayson etc (^^)

a hero lies in you

There’s a hero
If you look into your heart
You don’t have to be afraid
Of what you are
There’s an answer
If you reach into your soul
And the sorrow that you know
Will melt away


And then the hero comes along
With the strength to carry on
And you cast your fears aside
And you know you can survive
So when you feel like hope is gone
Look inside you and be strong
And you’ll finally see the truth
That a hero lies in you

It’s a long road
When you face your world alone
No one reaches out a hand
For you to hold
You can find love
If you search within yourself
And the emptiness you felt
Will disappear

Lord knows
Dreams are hard to follow
But don’t let anyone
Tear them away
Hold on
There will be tomorrow
In time
You’ll find the way

~ hero,mariah c.

giving

We make a living by what we get. We make a life by what we give. Winston Churcill ~
jam 10.00 pagi tadi, Oprah winfrey show dengan tema giving. Dihadiri mantan presiden Amerika (seinget amel sih ke-42), Bill Clinton. Beliau membawa buku karangannya berjudul sama, “giving”.

Diawali cerita dari seorang siswa salah satu sekolah. Sebut aja Kendall *lupa2 inget namanya* , wanita muda mulia ini kira2 seumur amel (18 taun) , ato lebih muda dikit. Pertama liat sih kesannya sama aja kayak anak muda lainnya, ga terlintas di pikiran atau bahkan terlihat bahwa ternyata dia punya hati yang sangat mulia, peduli, dan tulus.

Diawali dengan menonton acara Oprah edisi natal, Kendall langsung tersentuh melihat anak2 yatim piatu penderita AIDS di Afrika. Tanpa pikir panjang, Kendall mutusin buat ngeruk uang tabungannya sendiri sebesar $360, jumlah yang pastinya ga sedikit untuk seorang anak SMA 😉 . Tujuannya simple aja, tanpa pamrih sedikitpun, Kendall ingin bisa sedikit berbagi dengan anak-anak tersebut. Dia akhirnya mengadopsi salah seorang anak selama 1tahun. Keadaan anak itu memang membaik, tapi sayangnya Kendall ngga. Dia menderita penyakit hati *kalo ga salah* yang bikin dia cukup sekarat. Dan di tengah penderitaannya, dia punya permintaan, hanya satu permintaan.

giving

Tolong selamatkan anak2 di Afrika.

Kalimat itu ternyata yang ia pikirkan di masa-masa sekaratnya. Bukan nyawanya, bukan teman2nya, bukan sekolahnya, bukan masa depannya, bukan apa2. Yang dia pikirkan hanyalah target mulia hatinya untuk menjadi sesuatu yang bisa membawa dunia ini menjadi lebih baik lewat ketulusan hatinya membantu anak2 di Afrika. Subhanallah 🙂

Sebagai apresiasi terhadap apa yang Kendall lakukan, Bill Clinton datang ke sekolah Kendall untuk memberi surprise di hadapan seluruh warga sekolah (ga kebayang kan kalo mantan presiden US dateng ke sekolah kita, cuma buat membanggakan kita di hadapan seluruh warga sekolah dan puluhan kamera. hehehe. ;D ). Setelah itu, ternyata surprise dari Bill Clinton belum selesai. Di acara Oprah ini, Bill Clinton mengumumkan ada orang yang tidak ingin disebut namanya akan dengan sukarela menyumbangkan 500ribu US dollar untuk membantu program Kendall. Kendall yang punya target agak muluk, yaitu mengumpulkan dana sampai 1 juta dollar langsung shock banget (yaiyalaahhh) xp . Jadi setengah, SETENGAH dari impiannya terkabul! Standing applause for her !! ;D

Ngomongin tentang giving, amel jadi inget pertemuan pertama ama dosen fisika kemaren2. Beliau bilang, hidup ini bukan take and give, tapi give and give.

siapp. laksanakan, Pak! ;D

jadi malu ahh. 18 taun hidup, menjadi bagian dari mereka yang sangat beruntung, udah ngasih apa aja ya ke dunia??? x)

lima hal yang tidak bisa kita ubah :)

Tuhan, berilah aku kedamaian untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang bisa kuubah dan kebijaksanaan untuk mengetahui perbedaan keduanya.

–reinhold nidbuhr

tadi amel baru dari gramed. seperti biasa hunting novel. hehe x) tadi ada buku judulnya The five things we cannot change. karya siapa ya? amel lupa. bukunya bagus. menyadarkan hal-hal kecil yang justru jarang kita sadarin. banyak hal-hal yang ga bisa kita ubah, jadi permasalahannya adalah bagaimana kita bisa berdamai dengan hal-hal itu. ada yang udah baca bukunya??

btw, besok PSB ITB. jam 9 pagi ampe 10 malam. kayanya bakal rame. tentunyaa. lss kan tampill. hehehe 🙂

pada dateng yahhh. 🙂 c yaa there~

hidup ini indah :)

bismillah..

hampir 6 bulan jadi mahasiswa! hehe. sama sekali ga kerasa. katanya mahasiswa itu dewasa. paradigmanya beda ama SMA, lebih responsible, dll. kayanya amel belum sampe ke fase itu. baru mendekati insyaAllah 🙂

untung ada laskar pelangi (thanks 2 andrea hirata and kick andy) yang sedikit banyak membuka pikiran. menyadarkan bahwa hidup ini teramat indah dan ditengah keindahan itu masih terlalu banyak keluhan yang keluar. terlalu sedikit waktu untuk bersyukur pada Yang Maha Segala padahal diluar sana ada orang2 luar biasa yang bahkan untuk sekolahpun haru berjuang mati-matian karena masalah finansial, ketidaksempurnaan fisik, dan faktor lainnya.

Jadi malu sendiri. dibandingin tokoh2 hebat di novel itu, amel masi terlalu jauuh. padahal mereka nyata, bukan sekedar fiksi yang dibuat untuk hiburan. bicara as it always emang gampang. coba maju di dunia nyata. ampuun dehh 🙂

satu nasehat yang ga pernah amel lupa, apapun yang kita lakukan, jadilah yang terbaik.

waktu jadi teman, jadilah teman yang terbaik.

waktu jadi bawahan, jadilah bawahan yang terbaik.

waktu jadi pemulung sampah, jadilah pemulung sampah terbaik yang pernah ada.

waktu jadi tukang bakso, jadilah tukang bakso yang terbaaik dengan bakso terenak.

waktu jadi tukang parkir, jadilah tukang parkir terbaik yang profesional dan tanggung jawab.

pokonya yang terbaik. selalu yang terbaik. selama hati ikhlas, pasti bissa! hehe. semangat!!! 🙂